Kamis, 06 Mei 2010

setting dns-client di opensolaris

edit langsung di /etc/resolv.conf

Jumat, 23 April 2010

the story of root

And then there was root. And root was almighty. And that wasn't a good thing. root was able to control the world without any control. And root needed control. It was only a short chant between the mere mortals and root. Everybody with the knowledge of the magic chant was able to speak through root.

But root wasn't alone. root had servants called daemons. Some of one them needed divine powers to do their daily job. But root was an undividable being. So the servants had to work with the powers of root. But the servants wasn't as perfect as root: Some of the servants started to do everything mere mortals said to them if they only said more than a certain amount of prayers at once.

One day, the world of root experienced a large disaster, the negation of being. Top became bottom, left became right, the monster of erem-ef anihilated much of the world. But it got even stranger. root destroyed it´s own world, and by the power of root the destruction was complete.

Then there was a FLASH. The world restarted, root got a second attempt to reign his world. But this time, it would be different world.


from site: http://www.c0t0d0s0.org

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Cerita Tentang Root
Pada suatu masa tersebutlah sebuah root. Danroot punya kekuasaan dan kekuatan yang sangat besar.Itu bukanlah sesuatu hal yang baik. Rootdapat mengendalikan seluruh dunia tanpa ada kontrol dari yang lain. Dan root membutuhkan fungsi kontrol itu. Hanya beberapa kata sakti yang membedakan manusia biasa dengan root. Tiap orang dengan mengucapkan beberapa mantra sakti tersebut dapat berbicara melalui root.

Tetapi root tidak sendirian. Root mempunyai pelayan yang bernama daemon. Beberapa dari mereka membutuhkan kekuatan super untuk melaksanakan . Tetapi kekuatan root tidak dapat dibagi. Makanya pelayan-pelayan tersebut menggunakan kekuatan-kekuatan super milik root. Tetapi pelayan-pelayan tersebut tidak sesempurna root.Beberapa pelayan mulai untuk melakukan semua yang diinginkan manusia biasa dengan hanya beberapa doa yang diucapkan sekaligus dalam satu waktu oleh manusia biasa itu.

Pada suatu hari, dunia root mengalami kekacauan besar, semua serba terbalik. atas jadi bawah, kiri jadi kanan, monster erem -ef menghancurkan banyak bagian dunia tersebut. Semua jadi lebih kacau dan aneh. root menghancurkan dunianya sendiri, dan dengan kekuatan root penghancuran terjadi dengan sempurna.

Kemudian muncullah FLASH. Dunia tersebut muncul kembali, root mendapat kesempatan kedua untuk menempati tahtanya. Tapi kali ini, semua akan terasa berbeda.

Jumat, 04 Desember 2009

cara menambah hak akses root ke sebuah user di OpenSolaris

kalo kita instal OpenSolaris, secara otomatis user yang kita buat pertama kali punya hak akses ke root (dengan cara mengetik pfexec)

trus kalo kita menambah sebuah user, user tersebut tidak secara otomatis punya hak akses root, jadi kalau kita mau menambahkan hak akses root ke user tersebut caranya:

o masuk ke root
o trus ketik perintah berikut:

# usermod -P "Primary Administrator" (nama_user)

dengan (nama_user) diganti dengan user yang ingin kita tambah hak aksesnya.


CMIIW

regards


e0ne

be mature

today, and yesterday actually, the rain is not pouring down.
for one reason, I'm glad about it, but in some way, I feel it's too hot for a city like Bandung.

I really want to tell to all of you a story of my day.
It's really really a sleepy day for me
when I attended "Maintenance Management" class, I was so sleepy.
I'm quite sure I got sleep that time.

in this afternoon, I attended an assistant meeting.
it had a lot of problem.
I know I can't live without problem.
but still, problems told there were so unnecessary.
(from my point of view)

no offense guys.

so, be an adult, be mature.
be objective...

once again no offense


with regards

e0ne

Rabu, 02 Desember 2009

aaargh

hey there,,

I'm about to EXPLODE
because of these problems:
-unsuccessful trial of making local repo of opensolaris
-unstable internet connection in my campus
-unstable mind (under a lot of stress)
-my cellphone got turned off and turned on by itself

help me...!!!
I'm blowing off...!!!

Selasa, 01 Desember 2009

OpenSolaris dan sistem operasi yang lain

nambah lagi postingan tentang OpenSolaris
berangkat lagi dari (mungkin) rasa penasaran teman-teman, apa sih hubungan OpenSolaris dengan sistem operasi yang lain

OpenSolaris dan Solaris

bisa dibaca di postingan sebelumnya

OpenSolaris dan Linux


saya banyak ditanyain juga tentang hal ini, apa sih hubungan OpenSolaris dan Linux?
jawabannya:

Persamaan:
o sama-sama sistem operasi mirip-mirip UNIX
o bisa sama-sama men-support User Interface yang sama, contohnya: GNOME
o bisa sama-sama men-support aplikasi yang sama, contohnya: Mozilla Firefox, OpenOffice, Apache, dan MySQL
o bisa sama-sama men-support GNU compiler tool yang sama, contohnya: Java, Perl, Python, Ruby, dan lain-lain

Nah trus ini yang seru, perbedaannya:
o sejarah

meskipun keliatan mirip sama UNIX, ternyata Linux bukan turunan langsung dari mbah UNIX lho... bahkan ga sodaraan sama BSD SAMA SEKALI. Katanya sih(iya, katanya, soalnya saya ga kenal langsung) Linus Torvald dan temen-temennya menulis sendiri secara independen kodenya di awal tahun '90an. Jadi sejak awal Linux dibuat bertujuan untuk pengembangan secara komunitas.

Sedangkan OpenSolaris yang memang merupakan turunan langsung dari Solaris tentu saja masih punya hubungan darah dengan BSD dan UNIX punya AT&T. Kalo dilihat dari sudut pandang sejarah, of course Linux punya komunitas lebih besar daripada OpenSolaris. Selain itu distro Linux juga udah banyak.

o lisensi

seperti yang saya tulis di postingan sebelumnya, lisensi OpenSolaris emang beda.
kalo Linux kan lisensinya GNU General Public License version 2 (GPLv2), sedangkan OpenSolaris lisensinya Common Development and Distribution License (CDDL) atau biasa juga diucapkan cuddle. jadi secara source code mereka ga kompatibel satu sama lain karena perbedaan di antara mereka(halah...), maksudnya perbedaan lisensi ini. tapi tenang aja, kalo masalah program yang udah masuk area user yang berlisensi GPL bisa dijalanin di OpenSolaris dan Linux.

o distro

dalam distro-distro Linux biasanya kernel Linux, aplikasi,tools dan libraries (maafkan saya, karena keterbatasan saya dalam menerjemahkan, tools dan libraries tidak di terjemahkan) dikembangkan secara terpisah, lalu dibundel dalam satu distro. Maka dari pada yang mana dari pada itu, beberapa komunitas free software menyebutnya GNU/Linux.
contoh dari beberapa distro Linux yang terkenal: Debian GNU/Linux, Ubuntu, Red Hat Enterprise Linux, dan SUSE Linux.

kalo di distro OpenSolaris, tools, libraries, dan aplikasi biasanya udah termasuk di OpenSolaris itu sendiri. Meskipun begitu, OpenSolaris juga menggunakan banyak perangkat lunak pihak-ketiga (buat yang masih asing, ini nih terjemahan dari third-party software) seperti Mozilla Firefox, GNOME, dll.

o perbedaan teknis yang lain

banyak perbedaan yang akan dibahas di sini akan berkaitan dengan fakta bahwa OpenSolaris merupakan varian dari UNIX System V Release 4 (selanjutnya disebut SVR4), sedangkan Linux bukan.
Hasil yang paling jelas adalah karena Linux bukan berdasarkan SVR4 ya Linux tidak menggunakan packaging(lagi-lagi kesulitan penerjemahan) dari SVR4. Packaging Linux berbeda untuk tiap distronya, meskipun sekarang package Linux dapat diunduh(di-download.penulis) dan di-install secara langsung dari repository jaringan atau internet. Satu hal yang menarik, OpenSolaris juga mengembangkan model repository mirip Linux yang namanya Image Packaging System (IPS).

selain itu, perbedaan Linux dan OpenSolaris terletak pada file system yang dipakai, virtual memory, scheduling, dan lain-lain.

OpenSolaris dan BSD

persamaannya sih jelas, karena OpenSolaris berdasar pada Solaris, dan Solaris berdasar sebagian (besar) dari BSD, maka akan terlihat kemiripan kode di mana-mana.
kalo perbedaannya secara umum ada 3:
Pertama, BSD lebih dulu dikembangkan di komunitas, tidak seperti Solaris, jadi arah perkembangannya pasti berbeda. Komunitas BSD sendiri sekarang terpecah menjadi 3: FreeBSD, NetBSD, dan OpenBSD.
Kedua, BSD tidak berdasarkan SVR4. Bahkan, OpenSolaris adalah satu-satunya sistem operasi open source yang berdasarkan SVR4.
Terakhir, lisensi BSD bukan CDDL kaya' OpenSolaris, atau GPL kaya' Linux, tapi lisensi non-copyleft.

satu lagi hal yang menarik, Mac OS X punya Apple adalah merupakan varian UNIX yang berdasaran sistem operasi Mach, yang berarti turunan BSD. Apple sekarang telah memasukkan fitur-fitur menarik dari OpenSolaris seperti DTrace dan ZFS ke dalam sistem operasi Mac OS X.

sekian posting (panjang) kali ini
Wa billahi taufiq wal hidayah
Wassalamualaikum

hehehehhe
referensi: OpenSolaris Bible

self-proclaim (not to be read)

red brick
to throw to a window
get big
through glow that we show

big box
be broken from the inside
with this blog
the world will be turned side

Eurekaa...!!!

tentang opensolaris

teman-teman...
mungkin banyak di antara kita yang masih bertanya apa itu opensolaris, apa hubungannya dengan solaris, kenapa ada kata open di depannya, dan lain-lain

setelah membaca dari beberapa sumber(opensolaris bible, slidenya mas agus,dan beberapa sumber lain di internet) dan mendengar presentasi dari Jim Grisanzio saya mencoba menjawab beberapa pertanyaan dari teman-teman dengan bahasa saya sendiri

"Apakah itu opensolaris"

opensolaris adalah sebuah sistem operasi open source (seperti GNU/Linux atau BSD) yang merupakan turunan dari Solaris. menurut pengembangnya, opensolaris dapat dibedakan menjadi tiga cara berpikir:
1.opensolaris sebagai kode
Karena opensolaris adalah versi open source dari Solaris maka kodenya dapat dilihat di http://src.opensolaris.org
2.opensolaris sebagai distro (distribution)
Selain opensolaris sebagai kode(kernel), opensolaris juga merupakan sebuah nama distro yang berbasiskan kernel opensolaris tersebut(agak membingungkan? memang...:))
Selain opensolaris juga ada distro lain seperti Solaris Express, Shillix, BeleniX, NexentaCore, dan MartUX
3.opensolaris sebagai komunitas
yah... komunitas ini ya komunitas, tempat mereka yang biasa meng-oprek opensolaris, men-develop, mencari bug dan lain-lain yang berhubungan dengan opensolaris (baik sebagai kernel maupun sebagai distro). Kita bisa gabung ke komunitas ini di http://opensolaris.com

"Hubungan opensolaris dengan Solaris tu apa ya?"

baik-baik saja, hehehehe...
seperti disebutkan sebelumnya, opensolaris merupakan turunan dari Solaris. Jadi kode/kernel yang dipakai adalah kode/kernel dari Solaris yang sudah di-open source-kan. Sun Microsystems sendiri sudah menyatakan supportnya kepada opensolaris ini.

"Kenapa kok ada opennya di depannya?"

(lagi-lagi)seperti disebutkan sebelumnya, ini adalah versi OPEN source dari Solaris.
oiya, meskipun ini adalah versi open source dari Solaris, tidak semua kode dari Solaris dibuka lho...! karena beberapa komplikasi (udah kaya' penyakit aja...)dari penulisan kode itu sendiri yang di dalamnya berisi banyak kode yang sudah dipatenkan.
Karena itu lisensi dari opensolaris ini bukan GNU/GPL melainkan CDDL (Common Development and Distribution License)

maaf ya kalo bahasanya masih kurang me-manusia, maklum baru belajar...
hehehehe

Sabtu, 28 November 2009

Kebutuhan minimum OpenSolaris

untuk menginstal OpenSolaris pada komputer fisik memerlukan spesifikasi minimum sebagai berikut:
■ Intel atau AMD 32-bit atau 64-bit Pentium III atau prosesor yang lebih cepat
■ 512MB RAM
■ 10GB hard disk space kosong
■ CD atau DVD drive

sumber:OpenSolaris Bible

laughy laugh

clear the body and the thought
feel what our body has brought

I feel like about to flee
from all what has burdened me

feel free
to laugh
as we
are tough

me ...
nothing
we...
something

let loose the pain
as a something not remain